← Kembali ke Edukasi Anti-scam • analisis 25 September 2026

Scam Digital Meningkat: 5 Langkah Lindungi Data

Penipuan digital tidak selalu datang sebagai tautan mencurigakan. Ia dapat menyamar sebagai lembaga resmi, memanfaatkan nomor telepon, rekening, dan rasa urgensi. Berikut fakta terbaru dan langkah yang bisa dilakukan hari ini.

Ilustrasi masyarakat memeriksa pesan penipuan digital sebelum bertindak
Visual edukasi Satpam Siber. Ilustrasi orisinal; bukan tangkapan layar kasus nyata.

Fakta: laporan dan kerugian sudah material

Fakta: OJK menyatakan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima 637.055 laporan hingga 31 Juli 2026. Dari 1.179.881 rekening yang dilaporkan dan diverifikasi, 607.210 rekening diblokir; dana terkait penipuan yang diblokir sekitar Rp724,1 miliar dan Rp204,3 miliar dikembalikan kepada korban.

Fakta lain: Kemkomdigi melaporkan IASC mencatat kerugian penipuan Rp9,1 triliun dari lebih 432 ribu laporan sejak November 2024 hingga awal 2026, sementara lebih dari 30 ribu aduan penyalahgunaan nomor seluler diterima sampai 16 Juli 2026. Angka berbeda ini memakai periode dan cakupan pelaporan berbeda, jadi tidak boleh dijumlahkan.

Interpretasi: Skala tersebut menunjukkan scam bukan sekadar masalah “kurang teliti” satu orang. Rantai penipuan melibatkan identitas, komunikasi, rekening, dan platform; pertahanan perlu dilakukan berlapis. Keyakinan: tinggi untuk angka resmi dan sedang untuk implikasi sistemiknya.

Lima langkah sebelum mengklik atau membayar

  1. Berhenti saat dibuat panik. Ancaman akun ditutup, hadiah hangus, atau kesempatan kerja berakhir hari ini adalah sinyal untuk menunda. Penundaan beberapa menit memberi ruang untuk verifikasi.
  2. Verifikasi lewat kanal kedua. Cari alamat situs atau nomor layanan secara mandiri. Jangan memakai tautan dan nomor yang diberikan oleh pihak yang menghubungi Anda.
  3. Jangan berikan rahasia autentikasi. OTP, PIN, password, kode verifikasi, dan akses layar tidak dibutuhkan oleh petugas yang sah untuk “mengamankan” akun Anda.
  4. Periksa tujuan transaksi. Konfirmasi nama penerima, rekening, nominal, dan alasan pembayaran. Untuk perubahan rekening bisnis, gunakan panggilan balik ke kontak lama.
  5. Simpan bukti sebelum melapor. Simpan URL, username, nomor telepon, percakapan, bukti transfer, dan waktu kejadian. Jangan menghapus percakapan atau memasang aplikasi tambahan yang dikirim pelaku.

Jika sudah menjadi korban

Hubungi bank atau penyedia pembayaran melalui kanal resminya secepat mungkin untuk meminta penanganan transaksi. Laporkan penipuan transaksi ke IASC; indikasi aktivitas keuangan ilegal dapat dilaporkan melalui SIPASTI OJK. Amankan akun dari perangkat yang bersih: ganti password, keluarkan sesi asing, dan aktifkan MFA.

Apa yang belum diketahui?

Angka laporan tidak menggambarkan seluruh korban karena tidak semua kejadian dilaporkan, dan sumber resmi yang digunakan tidak merinci distribusi per modus, provinsi, atau kelompok usia. Klaim Tempo tentang estimasi kerugian serangan siber US$6,2 miliar pada 2026 juga perlu dibaca hati-hati: artikel tersebut mengutip pernyataan Gubernur Bank Indonesia, tetapi metodologi estimasinya tidak dijelaskan di halaman yang diperiksa. Keyakinan: sedang untuk konteks angka ini; jangan mengubahnya menjadi klaim “setiap orang pasti rugi”.


Sumber: OJK/Satgas PASTI — data IASC hingga 31 Juli 2026 (31 Agustus 2026); Kemkomdigi — pengawasan registrasi biometrik dan data aduan (23 Juli 2026); Tempo English — laporan estimasi kerugian serangan siber (24 September 2026).